twitter

Ulang Tahun Pernikahan Ayah & Ibu

Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan Ayah & Ibu yang ke-3. Katanya Ayah & Ibu menikah tanggal 27 Oktober 2006 (pas hari Jumat), tapi perayaannya dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2006 (pas hari sumpah pemuda) di Purwokerto. Ketika menikah Ibu berumur 19 tahun lebih (masih muda ya..?), sementara Ayah udah 27 tahun.

Setelah menikah Ibu masih tinggal sama Mbah. Sampai Ibu mengandung aku, Ayah & Ibu pingin untuk tinggal di rumah sendiri, dan akhirnya mereka mutusin untuk ngambil rumah di Puri Langen Estate, meski ukurannya ngga' terlalu besar dan harus beli lewat KPR. Ketika beli, proses pembangunannya masih belum selesai, jadi belum bisa ditempatin.

Lebih dari satu tahun setelah pernikahan Ayah & Ibu (tepatnya tanggal 20 Maret 2008) aku lahir. Meski rumahnya udah jadi, tapi karena masih repot ngurusin aku, Ibu jadi belum bisa pindah ke rumah baru. Kami baru pindah ke Puri Langen Estate pas umurku udah 5 bulan, tepat pada tanggal 17 Agustus 2008 kami mulai menempati rumah baru. Kata Ibu waktu itu perumahannya masih sepi banget dan kalau malam jalan-jalan bloknya masih gelap. Aku tinggal di sana sama Ibu & Mba' Yuni, dan setiap malam Mbah ikut nginep buat nemenin kami. Sekarang kompleksnya udah cukup rame dan aku juga punya banyak temen di sana.

Selamat ulang tahun pernikahan ya Yah & Ibu, semoga rukun terus. Aku sayang Ayah & ibu...



cerita selengkapnya..

Bong-Bongku Sayang

Aku punya boneka gajah warna abu-abu yang ukurannya cukup gede, sedikit lebih gede dari badanku. Aku juga punya panggilan khusus buat boneka gajahku, "Sayang...sayang..." itulah kata-kata panggilanku buat bonekaku yang ketika aku sedang main-main sama dia. Sama Ibu gajahku diberi nama "Bong-Bong". Umur Bong-Bong lebih tua dari aku, karena Bong-Bong dibeli Ibu di ITC Kuningan sebelum Ibu mengandung aku yaitu sekitar awal tahun 2007, jadi udah hampir 3 tahun ada di rumah. Ibu suka sama Bong-Bong begitu pertama kali ngeliat, karena mukanya dan posenya yang lucu, dan sekarang Bong-Bong menjadi salah satu temanku kalau aku ada di Jakarta.










Aku seneng banget bermain-main sama Bong-Bong, biasanya aku peluk, dibelai-belai, aku cium, dan sering juga aku naik di atas punggungnya kaya lagi main kuda-kudaan. Kadang kalau aku lagi mimi susu, Bong-Bong juga aku beri botol susuku yang udah kosong kaya dia juga lagi mimi susu. Terus kalau aku mau bobo, aku juga suka ngajakin Bong-Bong buat bobo sama aku di kamar atas. Tapi karena badannya lebih gede dari aku jadi aku ngga kuat buat mbawa sendiri ke atas, aku pasti minta bantuan Ibu, Ayah, atau Mba Yuni buat mbawain Bong-Bong ke atas sambil menunjuk dan bilang "ajah..ajah..awa.." (maksutnya: gajahnya dibawa). Bong-Bong bulunya lembut, jadi aku suka tidur di atasnya, dia aku jadikan bantal.

Tapi kalau aku lagi mulai nakal, Bong-Bong juga kasihan lho...
Kadang aku suruh dia meluncur di pegangan tangga dari atas ke bawah. Seringnya kalau aku lagi main-main sama Mba Yuni, Mba Yuni yang naruh Bong-Bong di pegangan tangga atas terus diluncurkan ke bawah nanti aku yang nunggu di bawah sambil ketawa.

Maaf ya Bong-Bong, yang pasti aku seneng punya temen kamu. Semoga kamu bisa awet sampai aku besar ya..

cerita selengkapnya..

Kursi Biru Baru

Hai teman-teman, apa kabar semuanya...??
Aku sekarang masih di Jakarta, habis lebaran kemarin ikut Ayah lagi, soalnya Ayah masih pengen ditemenin di Jakarta. Lagian kan sekarang Ibu juga udah ngga ada kuliah jadi Ayah makin 'manja', hehehe.. Tapi Ibu kasihan juga karena skripsinya jadi tertunda-tunda terus, ngga' dikerjain. Sabar ya Bu..

Aku seneng banget di Jakarta karena bisa bareng-bareng semua, bisa jalan-jalan, terus aku juga suka dibeliin mainan sama Ayah. Sekarang aku udah bisa minta dibeliin mainan, kalau pas lagi ikut Ibu belanja biasanya aku nunjuk-nunjuk mainan yang aku suka, biasanya mobil-mobilan atau bola. Tapi ngga' semua yang aku minta dibeliin sama Ibu atau Ayah, lagian kadang juga aku cuma seneng lihat/megang aja, kalau udah megang aku balikin lagi ke raknya atau aku minta Ayah atau Ibu yang mbalikin sambil bilang "udah..'mpen" (maksudnya : udah, disimpen lagi). Aku juga udah tau jalan di Jakarta, kalau pulang abis jalan-jalan sama Ayah & Ibu, dan udah sampai di depan Plaza Slipi Jaya (deket rumah), atau baru keluar jalan tol di situ aku langsung bilang "yee...ampee.." (horee udah sampai..).

Minggu yang lalu aku dibeliin kursi plastik sama Ayah dan Ibu. Kursinya kecil, khusus buat anak-anak, warna biru dan ada gambar ikan dan kura-kura (aku bilangnya "uya") di sandaran punggungnya. Kata Ayah, kursinya dibeli di daerah Asemka waktu Ayah dan Ibu lagi nyari piring-piring, sendok dsb. Di daerah asemka Kata Ayah juga banyak yang jualan mainan, di situ harganya murah-murah. Tempatnya dari arah Glodok terus ke arah Kota, nah sebelum sampai di halte busway kota ada perempatan (di deket museum bank mandiri), belok ke kiri lewat bawah jalan layang. Di bawah jalan layang itu kata Ayah pusatnya orang jualan mainan. Ayah juga dulu pernah beliin mainan laptop buat aku di situ. Sekarang mainan laptopnya udah mati, karena sering aku mainin, dipencet-pencet, nutupnya keras-keras, kadang juga diinjek, dan pernah jatuh juga.

Kalau kursi baruku belinya ngga' di situ, tapi di tempat jualan barang-barang plastik. Tempatnya di deket situ juga, tapi naik jalan layang, terus sampai turun dan ketemu perempatan, dari perempatan itu lurus lagi sedikit. Sepanjang jalan itu (di kanan-kiri) banyak yang jualan barang-barang pecah belah dan barang-barang plastik, harganya murah-murah. Kursi baruku kata ayah harganya cuma dua puluh empat ribu rupiah. Ini dia foto kursi baruku:










Senengnya punya kursi sendiri, aku bisa duduk di situ, berdiri di atasnya, didorong-dorong kaya gerobak, aku balik kursinya, pokoknya bermain sesuka hati..

Waktu baru dibeli kursinya masih kotor banget, karena baru ngambil dari gudang toko. Begitu sampai di rumah, aku udah ngga' sabar pingin main-main di kursi itu. Padahal sama Ibu mau dicuci dulu, tapi sama aku ngga' boleh. Akhirnya cuma dilap sama Ayah biar ngga terlalu kotor. Sekarang kursiku udah bersih karena kadang aku bawa mandi sambil sekalian dicuci.

Semoga kursi biruku bisa awet ya sampe aku besar nanti biar ada kenangannya, kaya kursi kecilnya Ibu di rumah Mbah. Ibu juga dulu punya kursi kecil, warnanya oranye, katanya dulu dibeliin Mbah waktu ulang tahunnya Ibu yang ke-2. Sampai sekarang kursinya Ibu masih bisa dipakai padahal umurnya udah 20 tahun lebih. Kalau aku lagi di tempat Mbah, aku juga suka main-main di kursi itu.

cerita selengkapnya..